Busana Fhasion Menentukan Brand Image

Written By kom limpultuj on Minggu, 22 April 2012 | 21.34

Busana Fhasion Menentukan Brand Image KONON busana yang dikenakan seorang pria bisa mencerimkan isi hati yang sedang dialaminya. Bahkan, lewat busana pula seorang pria dapat dengan mudah menggaet lawan bicara dan dapat merealisasikan mimpi-mimpinya menjadi satu kenyataan.

Eit, Anda jangan percaya dulu dengan mitos ini. Pasalnya, sampai kini pun belum ada penelitian yang membenarkannya. Namun tidak ada salahnya Anda menyimak pendapat Psikolog Bondan Seno Prasetyadi soal hal ini.

Menurut Bodan, pemilihan busana yang dikenakan bukan pewujud perasaan seseorang, namun merupakan pembentukan karakter kepribadian seseorang, yang menguak identitas diri seperti apa.

"Kalau dari sisi psikologis sebenarnya pemilihan busana itu hanya membuat perasaan nyaman yang membentuk brand image seseorang. Namun, dari segi profesi hingga jabatan yang diambil memiliki karakter berbeda ketika mereka memilih sebuah busana yang akan dikenakan," kata Bondan yang dihubungi okezone melalui telepon genggamnya.

Bondan menjelaskan, pekerja pria mulai dari level terbawah di suatu perusahaan, seperti jajaran staf biasanya mengenakan kemeja panjang digulung tanpa dasi. Sementara untuk level atas, mulai dari supervisor, asisten manager, hingga manager, biasanya mengenakan kemeja panjang tanpa digulung dan dasi. Beda halnya dengan level yang lebih tinggi lagi, mulai dari tingkat manager hingga direksi, umumnya mereka mengenakan kemeja panjang lengkap dengan dasi dan jas.

"Hal tersebut memang berlaku di dunia perbankan dan bidang lainnya yang tak bisa lepas dari dunia administrasi. Masing-masing memiliki standar yang membuat seluruh jajaran dalam perusahaan, baik dari tingkat atas, bahkan tingkat security pun memiliki secure berpakaian tersendiri," jelasnya.

Bondan mengakui bahwa hal ini akan berbeda 180 derajat dengan mereka yang bekerja di sebuah media. Selain karena para pekerja di media memiliki mobilitas tinggi dibandingkan dengan profesi lain, umumnya mereka pun lebih santai. Sehingga jeans dan kaoslah yang banyak dikenakan dalam kesehariannya.

"Pria yang sering mengenakan jeans umumnya memiliki teman yang banyak, karena busana jenis ini mencerminkan Anda sebagai Pribadi yang terbuka dan bisa didekati. Orang-orang yang mengenakan jeans dipandang fleksibel dan easy going," ucapnya.

Meski demikian, Psikolog lulusan Universitas Gunadarma ini menambahkan, apapun profesi yang Anda pilih hal yang paling utama dilakukan ialah Anda harus mencintai pekerjaan sebagai identitas diri yang dengan sendirinya akan membentuk performance Anda berpakaian.

Karena itu, sambungnya, untuk Anda yang ingin diterima kerja, sebaiknya perhatikan instansi yang akan dituju dan dengan level apa Anda akan bertemu.

"Jadi kita tidak sembarangan, karena orang yang akan kita hadapi sudah memiliki culture berpakaian yang biasanya telah diatur dalam budaya perusahaan di mana ia bekerja," ungkap pria bersahaja ini.

Namun untuk amannya, Bondan juga menambahkan, Anda bisa mengenakan busana yang bercorak garis-garis karena menunjukkan keteraturan, penalaran, dan formalitas. Orang yang mengenakan corak garis-garis halus menandakan bahwa teratur berada di atas segalanya.

"Busana dengan motif garis-garis yang dikenakan menunjukkan sikap disiplin dan seseorang yang terbiasa bekerja tim," pungkasnya Busana Fhasion Menentukan Brand Image

Anda sedang membaca artikel tentang

Busana Fhasion Menentukan Brand Image

Dengan url

http://pekerjahandalan.blogspot.com/2012/04/busana-fhasion-menentukan-brand-image.html

Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya

Busana Fhasion Menentukan Brand Image

namun jangan lupa untuk meletakkan link

Busana Fhasion Menentukan Brand Image

sebagai sumbernya

0 komentar:

Poskan Komentar

techieblogger.com Techie Blogger